fbpx
March 4, 2020

Perlukah kita panik menghadapi COVID-19?

Pak Presiden mengkonfirmasi dua orang Indonesia positif tertular COVID-19. Bagaimana sikap kita merespon berita tersebut? Haruskah kita panik?

Pertama pahami bagaimana SARS-CoV-2 virus penyebab COVID-19 ini menular dari orang ke orang. Virus ini menular melalui droplet, yaitu percikan ludah atau bersin seseorang yang positif. Jarak terjauh penularan melalui droplet ini adalah 1,8 meter. Jadi virus ini nggak terbang-terbang di udara. Makanya masker tidak disarankan sebagai langkah pencegahan. Justru yang harus dilakukan adalah rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol karena ada kemungkinan droplet menempel di tangan kita saat menyentuh benda-benda yang terkontaminasi droplet. Masker disarankan dipakai oleh seseorang yang positif SARS-CoV-2 untuk mencegah droplet menyebar.

Belum diketahui secara pasti berapa lama SARS-CoV-2 bisa hidup dipermukaan benda, tetapi virus Corona yang sebelumnya mampu hidup dipermukaan benda hingga 9 hari. Oleh karena itu permukaan benda di tempat umum perlu dilap lebih sering menggunakan desinfektan (lift, pegangangan.tangga, pegangan eskalator, dll).

Kedua, pahami fatality rate COVID-19 secara umum adalah sekitar 2,9%, jauh lebih kecil dibandingkan dengan MERS 37%, SARS 10% . Jika dilihat perkelompok umur maka semakin berumur risikonya semakin besar. Dan dari data menunjukkan kasus fatality lebih banyak terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta sebelumnya (diantaranya adalah diabetes dan hipertensi).

Ketiga, pahami infectivitynya. SARS-CoV-2 memiliki infectivity 1,4-4,08 artinya seseorang yang positif bisa menularkan kepada 1-4 orang lainnya. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan SARS-CoV 1-2,75 dan MERS <1.

Keempat, pahami riwayat bepergian dan riwayat kontak dengan orang-orang yang baru bepergian dari negara yang tinggi kasus COVID-19.

Jadi kalau anda usia dibawah 60 tahun, tidak punya penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, tidak ada riwayat bepergian atau kontak dengan orang yang bepergian ke negara yang wabah COVID-19, risikonya sangat kecil untuk tertular dan mengalami fatality.

Sekarang yang penting jaga kebersihan, cuci tangan dengan benar setiap kali habis memegang sesuatu, tutup hidung dan mulut jika batuk atau bersin, tidur cukup, makan cukup sayur buah, olah raga, hindari bepergian ke negara yamg sedang wabah dan jangan lupa berdoa.

Di musim hujan seperti ini justru kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) jauh lebih perlu diwaspadai.

Ingat, MEDIA sudah mengamplifikasi kasus COVID-19 ini sedemikian rupa sehingga tampak sangat berbahaya.

So…keep calm..

Oleh: dr. Lelitasari, MKK.

Silahkan hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut

Hubungi Kami Melalui WhatsApp