October 1, 2019

Safety at Home !!

Tahukah anda jika rumah merupakan salah satu tempat berbahaya?

Di Amerika setiap tahun 18ribu orang meninggal karena kecelakaan di rumah , bagaimana Indonesia? .

Pasti tinggi juga kasussnya.

Kecelakaan apa saja yang sering terjadi di rumah?

  1. Jatuh , penyebabnya bisa karena mainan anak yang berserakan di lantai, karpet yang tidak rata, lantai licin, kabel/tali yang menjuntai, memanjat furniture.
    • Pencegahan : selalu merapikan mainan, ratakan karpet, pasang kabel rapikan dengan paku khusus, tempel furniture di dinding supaya tidak ambruk saat anak memanjat.
  2. Terbekap , anak-anak sangat beresiko terbekap plastik yang digunakan untuk bermain.
    • Pencegahan : jauhkan plastik dari jangkauan anak-anak, pada tempat tidur bayi diusahakan bersih tanpa selimut atau bantal yang bisa membekap.
  3. Tenggelam , bayi-bayi beresiko tinggi untuk tenggelam karena proporsi kepalanya lebih besar dari tubuhnya sehingga kepala lebih berat saat di air. Untuk tenggelam tidak harus di kolam atau sungai, tetapi bayi-balita bisa tenggelam di ember, akuarium, kolam ikan. Ketinggian air 5cm bisa menenggelamkan.
    • Pencegahan : Jangan pernah tinggalkan anak sendiri di ember atau kolam renang
  4. Keracunan , kasus keracunan dirumah banyak terjadi karena bahan-bahan kimia diletakan sembarangan.
    • Pencegahan : simpan bahan-bahan kimia rumah tangga di tempat yang tertutup dan tidak bisa dijangkau oleh anak, jangan mewadahi bahan kimia apapun di botol bekas air mineral atau minuman ringan, simpan obat-obatan di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh anak.
  5. Kesetrum , bisa terjadi karena anak ngoprek barang elekronik, nyolok-nyolokstop kontak, ngegigit kabel, dll.
    • Pencegahan : rapikan semua barang elektronik, kabel-kabel, pasang penutup stop kontak.
  6. Luka bakar ,  anak bisa tersiram air panas, kesenggol setrikaan, kena knalpot, atau terbakar api.
    • Pencegahan : di dapur letakan alat-alat masak dengan gagang mengarah ke dalam supaya tidak bisa dijangkau anak, jangan biarkan anak-anak bermain korek api dan sumber api lainnya.

Oleh : dr. Lelitasari, MKK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut

Hubungi Kami Melalui WhatsApp